36 Kata-kata untuk Suami yang Tidak Memberi Nafkah

kata kata untuk suami yang tidak memberi nafkah

Trimelive.com – Memberi nafkah untuk keluarga adalah kewajiban seorang suami, bukan istri. Istri boleh membantu mencari nafkah agar meringankan beban suami, tapi tidak dengan menggantikan peran sesungguhnya suami yaitu sebagai tulang punggung keluarga.

Suami yang tidak memberi nafkah adalah orang yang tidak bertanggung jawab dalam rumah tangganya. Dan anda sebagai istri tentu boleh menegurnya atau mengingatkan bahwa tindakannya tersebut salah dan sangat tidak bertanggung jawab.

Kata-kata untuk suami yang tidak memberi nafkah berikut bisa menjadi ungkapan perasaan yang sedang anda alami. Atau bisa juga dikatakan kepada suami dengan harapan agar Dia sadar kesalahannya dan memperbaiki tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.

Kata-kata untuk Suami yang Tidak Memberi Nafkah

kata kata untuk suami yang tidak mencari nafkah demi keluarga

1. “Aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu. Diamnya seorang istri bukan berarti membiarkanmu berbuat sesuka hati dan menyakitiku.”

2. “Berkomitmen membangun rumah tangga berarti harus saling bertanggung jawab dengan apa yang seharusnya dikerjakan.”

3. “Memberi nafkah memang bukan semuanya tentang memberi uang. Tapi hampir setiap kebutuhan di dalam rumah tangga membutuhkan uang. Ku harap kamu mengerti itu.”

4. “Jangan takut uang habis karena diberikan kepada istri, karena istri adalah pelancar rezeki suami.”

5. “Aku mengerti kesulitanmu, namun kamu juga harus mengerti kesulitanku.”

6. “Orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri adalah orang yang egonya tak ternilai.”

7. “Kesuksesan seorang pria tidak terlepas dari doa istrinya yang bahagia. Dan kebangkrutan seorang pria tidak lepas dari doa dari istrinya yang teraniaya.”

8. “Aku tidak menginginkan uang untuk diriku sendiri, tapi aku membutuhkannya untuk mencukupi segala keperluan kita.”

9. “Mencari nafkah adalah tanggung jawab seorang suami. Bagaimana kamu bisa lepas dari tanggung jawab itu?”

10. “Suami mencari nafkah adalah kewajiban. Sementara istri meminta nafkah ke suami adalah hak. Maka berhentilah merendahkan istri yang mengandalkan penghasilan suami untuk kehidupan sehari-hari.”

11. “Memberi nafkah ke istri adalah tentang memberi secara lahir maupun batin. Jadi jangan hanya memberi nafkah lahir saja, atau batin saja.”

12. “Seorang suami tidak berhak bertanya gaji pada istri, apalagi memintanya … Karena kewajiban suami adalah memberi nafkah untuk istri dan anak. Dan istri tidak wajib memberi nafkah untuk suami.”

13. “Memang tidak mudah mencari pekerjaan, tapi setidaknya berjuanglah agar istri dan anakmu ini tidak kelaparan.”

14. “Hidup ini akan indah ketika kita saling mengerti, saling memahami dan saling memberi. Bukan hanya ingin dimengerti, dipahami atau diberi.”

15. “Jangan merendahkan istri hanya karena Ia meminta untuk dinafkahi. Karena meminta nafkah adalah hak seorang istri pada suami.”

16. “Aku tidak keberatan menjadi tulang punggung untuk keluarga. Tapi setidaknya kamu tunjukkan usahamu untuk membantu urusi rumah tangga. Aku istrimu, bukan pembantumu.”

17. “Rumah tangga tidak akan terbangun tanpa ada sikap tanggung jawab dari keduanya.”

18. “Aku mengerti keadaanmu sekarang. Namun kamu juga harus tahu bahwa kebutuhan rumah tangga itu selalu ada setiap hari.”

19. “Jika kamu tidak bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang memberi nafkah, bagaimana aku bisa mengurus rumah tangga ini?”

20. “Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” – Q.S. Al-Baqarah: 233

21. “Nafkah darimu bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk keluarga kita.”

22. “Aku bertanggung jawab mengurus segala kegiatan keluarga, seharusnya kamu juga bertanggung jawab memberi nafkah untuk keluarga.”

23. “Aku tidak menginginkan lebih, aku hanya menginginkan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kita.”

24. “Istri memiliki hak untuk dinafkahi suaminya, apakah istri tidak boleh meminta haknya?”

25. “Suami tidak boleh memenuhi kebutuhan diri sendiri saja. Istri juga berhak. Nafkah batin termasuk menggembirakan hati istri, bergurau senda, makan bersama maupun jalan keluar bersama.”

26. “Tugas laki-laki adalah mencari nafkah, karena laki-laki sebagai tulang punggung bukan tulang rusuk keluarga.”

27. “Istri tidak memiliki kewajiban mencari nafkah, namun jika Dia membantumu maka bersyukurlah dan muliakanlah hatinya dengan setia.”

28. “Sibuklah dalam pekerjaan, tapi jangan pernah melupakan keluargamu di rumah. Ingatlah, mereka tempatmu kembali setelah lelahnya menjalani hari-hari.”

29. “Aku selalu berdoa untukmu agar segera mendapat pekerjaan. Namun setidaknya kamu berjuang sedikit lebih keras untuk mendapatkannya.”

30. “Aku tidak pernah menuntut uang lebih untuk kebutuhanku sendiri. Aku menuntut karena masih ada kebutuhan rumah tangga yang masih belum terpenuhi.”

31. “Jika menafkahi menjadi bebanmu, kenapa kamu rela berjalan sejauh ini bersamaku?”

32. “Cobalah tanyakan kepada dirimu, apakah pantas memberi sikap seperti itu ke istrimu sendiri?”

33. “Memberi nafkah kepada istri merupakan tanggung jawab seorang suami. Bukan sebaliknya”

34. “Sebesar apapun harta yang kamu miliki dari bekerja, harta paling berharga yang harus kamu jaga adalah keluarga.”

35. “Komitmen untuk membangun keluarga juga harus berbanding lurus dengan tanggung jawab yang diemban.”

36. “Jangan jadikan sulitnya bekerja sebagai alasanmu untuk tidak memberi nafkah. Aku berhak atas nafkah darimu karena aku adalah istrimu.”

Baca artikel lainnya:

Itulah kata-kata yang bisa diberikan untuk suami yang tidak memberi nafkah. semoga membantu.